Subscribe Us

header ads

Gadis Ditengah Lautan Salju


Malam itu kulihat senyum bintang Nampak indah dan terang, berjalan untuk menarik nafas yang kian kaku oleh dinginnya malam. Kuyakini semua ini, Tuhan selalu memiliki rencana yang misterius dibalik peristiwa yang datang dan pergi bagai tiupan angin. Husss….tiba-tiba terdengar suara aneeeh dibalik rerimbunan, bulu kudukkupun mulai merinding, antara rasa takut dan penasaran sejenak menghampiri dalam pikiran. Ah…biarkan saja, mungkin itu adalah halusinasi yang menyelinap dibalik ketidaksadaranku, langkah dijalan setapakpun aku mencoba untuk melaluinya.

Kondisi yang tidak memihak, menjadi suatu kepedihan dan kepiluan dalam menjalani hidup, begitu pula dengan seeorang perempuan yang baru meneginjak dewasa, harus mengenyam pahit dan kerasnya kehidupan. Aku adalah seorang perempuan, atau kebanyakan orang bilan, aku adalah seorang gadis remaja yang terlunta-lunta, hidup ditengah kebisingan dan keterasingan, serta dalam keadaan yang dingin menusuk tulang.

inilah perjalanannya, ketika sang kuncup mawar tak lagi berwarna merah, karna embun salju telah merubahnya menjadi putih, hidup melanglang buana, mencari sebongkah harapan yang masih belum kunjung datang. sigadis dengan semangat api yang tidak mau dengan namanya putus asa ditengah badai ketidakadilan, ia terus berjalan untuk mencari tahu tentang dirinya yang hilang.
Waktu berganti jam, dan jam pun berganti hari, sigadis itu terus berjalan menyusuri lembah, dan tanjakan salju yang dingin tak membuat pupus harapan, ia ingin menjadi manusia seperti layaknya manusia lainnya, yang penuh dengan canda dan tawa, ia selalu bertanya-tanya tentang dirinya sebagai seorang gadis, hidup dalam lingkungan social, dan membangun komunikasi yang telah lama tak dilakukan, ia sudah bosan bercengkerama dengan alam yang selalu dipenuhi kebencian dalam jiwanya, maka ia pun ingin menjalani kehidupan ditengah keramaian.

Seiring dengan perjalanan waktu Sang gadis tumbuh menjadi perempuan dewasa dengan umur menginjak 21 tahun, ia sangat molek nan cantik. Dalam keadaan pikiran tak menentu, Gadis itu ingin menjadikan hidupnya lebih layak lagi dari sebelumnya. Berjalanlah ia pada suatu tempat, Disebuah tempat keramaian yang tak jauh dari tempat yang ia tinggali, satu-satunya tempat penghilang rasa dingin, disitulah beragam pengalaman yang akan mengantarkan sang gadis pada sebuah langkah penemuan jati diri.

Ya tempat itu adalah klub malam yang penuh dengan hura-hura dan keramaian, disitulah sang gadis tahu dengan berbagai macam karakter, mulai dari pendiam tapi beringas, sampai pada yang beringas beneran..Ah..persetan dengan semuanya, kata Si gadis dalam hati. Dengan perlahan Gadis datang ketempat bos bar, dan menanyakan info pekerjaan..sejenak sang bos tercengang melihat Gadis, disamping orang baru yang sebelumnya tidak pernah diketahui, juga karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya yang aduhai…!!

Gadis : Pak apa ada lowongan pekerjaan disini?
Sibos : sejenak sang bos terdiam, ya..ya..kamu tadi bilang apa??
Gadis : saya Tanya pekerjaan pak?? Apa disini ada lowongan??
Sibos : ya..ya..ada, tanpa berpikir dua kali sibos mengiyakan pertanyaan Gadis.
Gadis : Ya bos saya keterima tuk kerja disini?? Alhamdulillah syukur kata Gadis…karena sangat susah cari pekerjaan sekarang bos…
Sibos : ya betul kamu..
Gadis : lalu saya kerja dibagaian apa bos diclub ini..?
Sibos : sebelum saya kasih tahu, kita perkenalan dulu..dan ngobrol panjang lebar, gmana?
Gadis : oh..iya, sampek lupa tuk kenalan, iya boleh bos..
Sibos : jangan panggil aku boss lah, kan risih kedengarannya, panggil aja, aku Rama!
Gadis : iya bos, eh lupa, ia pak Rama!!!

Jam 22.00 am, pertemuan dan perbincangan sekaligus perkenalan akhirnya disudahi juga, Sibos yang tak lain bernama Rama pun kembali ke posisi semula, sementara Gadis, beranjak tuk pulang ditengah dinginnya malam. Hening malam semakin memukau, pekat bercampur dingin menjadi bagian dalam sebuah perjalanan, dimana duka dan suka adalah dua hal yang saling bertautan, sehingga keduanya tidak pernah terpisah untuk saling mempengaruhi satu sama lain.
Gadis yang sudah menginjak dewasa, selalu bingung dan gelisah menghampiri jiwanya, dimana perekonomian yang tidak menentu, antara pendapatan dan pengeluaran yang membengkak, akhinrnya menjadikan Gadis harus mencari kerja sampingan, dan pada perjalanannya, Gadis menemukan tempat kerja yang bisa dibuatnya untuk mendapatkan uang tambahan, guna menambal kebutuhan yang acapakali membengkak.
Diantara sejuta Tanya yang masih terngiang dalam pikiran, masih menunggu dan terus menunggu atas jawaban dari pergolakan alam semesta ini, hari-hari yang kulalui penuh dengan Tanya dan liku-liku yang tak teentu arah. Kini sudah hadir beberapa bagian orang yang pertama kali kukenal, sekaligus menjadi bos ditempat kerjaku.

Malam pertama kerja Gadis cukup semangat, tanpa halangan dan rintangan, kerja di club malam, bukanlah hal enteng, butuh kejelian terhadap beragam tamu yang dating dengan membawa kepentingannya masing-masing, tetapi si Gadis sudah tahu, bahwa hamper 75 %, hanyalah mencari kesenangan, supaya pikiran atau saraf tidak tegang. Malam itu pertama kali kerja, dengan alunan music disko menyemarakkan suasana, para tamu dengan cirri khas meminum seteguk anggur, seakan membawa mereka kealam surge, berfantasi dengan sebotol anggur, dan perempuan-perempuan yang masih belum aku kenal, itulah yang terus menari- nari dalam pikiran si Gadis.

Malam kedua gadis bekerja, beberapa saat kemudian, setelah gadis melayani para tamu yang memesan minuman, tiba-tiba, teman kerja si gadis memanggil…hey.. Gadis, dipanggil pak Bos tuh, ..”Gadis : aku…Teman Gadis : ia kamu siapa lagi, sibos katanya mau ngobrol, kamu ditunggu diruang kerjanya. Gadis : Okee…
Tak lama kemudian, Gadis nyampek didepan pintu ruang kerja sibos, rasa deg-degan bercampur penasaran menghinggapi pikiran sigadis…Tokk…tok…ya Masuk, Sibos mempersilakan gadis masuk keruangannya..
Si bos : hey Gadis, ayo duduk, saya pengen ngobrol dan bincng-bincang santai, menghabiskan malam, karena saya pengen tahu kamu yang sebenarnya, dan motifnya kamu juga kerja disini..awal komunikasi Sibos sudah melancarkan jurusnya…
Gadis : ia pak, apa ada hal pentingkah yang perlu bapak ketahui terkait dengan saya, atau ada kerjaan saya pada malam kedua ini yang kurang memuaskan untuk para tamu yang hendak minum al-kohol?

Sibos : oh..tidak, kamu sdah keerja dengan baik, kita ngobrol sambil minum ini ya,,kata si bos.
Gadis : ngak pak…saya ngak mau minum yang berbau al-khohol, jawab sigadis dengan lugas…
Sibos : tenang saja gadis, ini al khohol rendah kok, dan tidak memabukkan, dan ini hanya minuman yang bisa menghangatkan badan, kata si bos, dengan nada sedang merayu daun muda..
Gadis : benar ini bos, hanya untuk menghangatkan badan,??
Sibos : Ia benar, kamu boleh minum itu sepuasnya dan saya jamin kamu ngak mabuk..malam ini aku hanya butuh temen ngobrol, dan kebetulan Gadis adalah pegawai baru disini, makanya biar kita lebih saling kenal lagi,,,ia kan..
Gadis : ia bos…..
Tanpa berpikir dua kali, Gadis meminum seteguk alcohol itu, peretamnya tak terasa…bahwa al khohol tersebut sudah dikasih obat perangsang oleh sibos, untuk menaikkan hormone Gadis…Gadispun merasa hangat dan nyaman dengan minuman itu, tetapi gadis betul-betul mabuk dipelukan sibos…

Malam kedua itu menjadi catatan kelam bagi si gadis, perempuan 21 tahun itu, harus menyerahkan mahkota keperawanannya pada sibos..pada malam itu juga…desahan panjang, sekaligus jeritan tanpa kesadaran, serta kenikmatan yang dilakukan oleh sibos dan pekerjanya itu menejadi catatan hitam dalam sejarah hidup gadis…

Keesokan paginya, terasa seperti disambar petir disiang bolong, Gadis terbangun dari ranjang sibos dengan kepala pening…Gadis tiba-tiba menjerit,,setelah diketahuinya ia tidur dengan sibos tanpa sehelai benangpun mengikat ditubuhnya…tidak…..tidak……..jeritan si gadis yang hanya tinggal puing-puing penyesalan..gadis menangis, gadis menjerit…gadis..gadis..tenang-tenang, kata sibos,tenang gadis, semalam kita sudah terbawa dalam mimpi yang indah…kenapa bos melakukan semua ini pada ku??tanya gadis pada sibos…
Sibos : tenang gadis…tenang..aku melakukan semua ini, karena aku sudah tak sanggup melihat kemolekan tubuhmu, serta kecantikan parasmu yang begitu menawan, karena aku tak ingin kamu jatuh pada pelukan orang lain…gadis,..kata si bos dengan pelan, aku akan menikahimu,..aku akan menikahimu..aku akan menikahimu..

Gadis membisu, kekalutan dan pikiran tak menentu, antara menerima dan menolak saking kebencian pada perilaku sibos yang telah menelanjanginya semalam,,tetapi semuanya sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur…akhirnya gadis pasrah dipelukan sibos dengan tubuh yang kaku…meski dalam pelukan sibos…gadis seperti dalam pelukan salju yang setiap saat menghinggapi tubuhnya, waktu ia pulang ditengah malam,, dan siang itu juga gadis menerima ajakan sibos untuk melangsungkan pernikahan…