Subscribe Us

header ads

SBY Twitter_an, Sujiwo Tejo Jadi Gangster



Ditengah hiruk pikuk kampong metropolitan, berbagai macam persoalan tumbuh dan berkembang, serta saling bertautan satu sama lain. Banyak problem yang terjadi, baik yang bersifat personal, kelompok, maupun persoalan gurita yang menyengsarakan.

Hari-hari berlalu, kerlap-kerlip merusuar berpijar menerangi sudut-sudut kota yang kian rapuh ditelan jaman, negeri indah  yang menjadi impian damai dan sentosa masih jauh dari harapan. Barangkali inilah yang disebut kang Tejo sebagai negeri hayalan dan semu semata. Saat ini ada bapak kepala Negara yang rakyat sering menyebutnya dengan pak beye. Pak beye selaku kepala suku negeri ini, beliau ahli strategi dalam militer, politikus, dan juga beliau memiliki segudang jabatan yang strategis berkat kelihaiannya bermain petak umpet, tentu saja strategi itu dibangun tetap didampingi ibu Ani yang sangat setia mendampingi perjalanan pak beye.
Suatu malam, dimana negeri yang indah ini mulai gaduh, saling sikat dan sikut untuk mempertahankan eksistensi, pak beye sudah siap-siap dengan senjata militernya, sebab ibu-ibu umur 70-an akan berdemonstrasi dan akan mengkudeta pak beye, katanya sih begitu…

Dalam kesempatan itu pak beye sama ibu-ibu anonymus sempat bertatap muka dan saling ledek, kaitannya dengan pemerintahan pak beye… ibu-ibu (anonymus) itu pun mulai pembicaraannya.

Ibu-ibu “ Selamat siang pak beye, to the point aja dah, saya mau nyampaikan kegelisahan saya seputar negeri ini, pak beye selaku penanggung jawab umum dengan kekuatan partainya, dan dengan jargon-jargon sebagai partai bersih, mana tuh buktinya pak beye…..

Pak beye “ ibu sabar ya, negeri kita masih sedang dalam proses penataan dan pengembangan untuk maju, sabar sedikit ya, nanti kita sama-sama membangun negeri ini menjadi lebih indah lagi..

Ibu-Ibu “jangan muter-muter jawabnya dooongg pak, rakyat sudah banyak kehilangan trust dan simpatik tuh, pada pak beye dan partainya…partai pak beye jadi sarang mafia tuh…..

Pak Beye “ia tenang sedikit ya buk…partai ini masih labil dan membutuhkan kader-kader baru yang tidak nakal, biar partai ini menjadi partai yang siiiipppp…dan disegani…

Ibu-ibu “ siiiipp gimana pak beye??apa siip korupsinya, siipp liiknya, atau siippp mengkelabui rakyat…ah kecewa gua nih ke pak beye…

Pak beye “  tenang ya buk nanti saya sampaikan secara detail….pertemuan lebih lanjut nanti biar disampaikan oleh jubir saya….

Perdebatan ibu-ibu umur 70-an itu akhirnya usai juga, masing-masing meninggalkan tempatnya, tetapi banyak hal yang masih tersangkut paut baik dibenak pak beye maupun dibenak ibu-ibu itu yang menamakan dirinya tergabung dalam kelompok Majelis Kedaulatan Republik Indonesia.

Ditengah hiruk-pikuk kondisi politik, muncul kabar bahwa pak haji Rhoma Irama sejenak menjadi perhatian public, akan keseriusannnya untuk menggantikan pak beye pada periode berikutnya, banyak wartawan mengejar-ngejar dan meminta tanggapan pak haji, seputar pencalonan dirinya.

Beredarnya rumor mengenai pencalonan bang Haji Rhoma, sebutan populisnya dengan cepat melesat bagai kilat, para pemburu berita pun dengan epat pula bergerak menari informasi akan kebenaran tersebut…

Wartawan “ eh…bang haji met pagi menjelang siang, kok tiba-tiba ada desas-desus mengenai penalonan bang haji untuk jadi RI 1, serius nih bang haji??

Rhoma “ serius dong, saya kan akan merebut Ani dari tangan SBY…hahahahah…guyon kawan…

Wartawan “ apa motivnya bang haji menalonkan diri untuk adi RI 1…

Rhoma “yang jelas motivasi saya, pengen melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik… sudah-sudah ya,,,saya masih banyak pertemuan dengan para ulama dijawa timur, jadwal saya sangat padat….

Selang beberapa hari kemudian kabar tentang pencalonan bang haji Rhoma Irama sudah menyebar diberbagai media, ada yang pro dan juga ada yang kontras, bahkan silet pun mengupasnya dengan tajam.

Suatu malam bang haji di undan goleh pihak managemen metro tv, ia di undang di mata najwa, mata yang tajam seperti sorot kamera yang bisa menepas apa saja yang kena lensanya..hehehehe…

Sebagai presenter dan pemandu acara Najwa Shihab, hadir lebih awal dari bintang tamu sang raja rangdut yang pengen beralih profesi menjadi sang president..

Najwa “Assalamualaikum bang haji, gimana kabarnya malam ini?

Rhoma “ Al hamdulillah baik

Najwa “ by he way, bang haji serius nih untuk mencalonkan diri jadi RI 1

Rhoma “ lebih dari serius dong..

Najwa “ Apa motivasinya bang haji?

Rhoma “ motivasi saya mencalonkan diri ini, karena bangsa ini sudah terlalu…

Najwa “ terlalu gimana itu maksudnya bang haji?

Rhoma “ terlalu banyak korupsinya
               Terlalu banyak mafia hukumnya…
   Terlalu banyak broker politiknya…
  Terlalu banyak penguasa nakal, dan masih banyak terlalu pokoknya mbak Najwa

Najwa “ melihat bang haji kan musisi nih, dan sudah punya gelar si Raja dangdut, apa sih alasan mendasar untuk menjadi RI 1?

Rhoma “ mau merebut kuasa, harta, dan cinta…hmmmmmmmm…sedikit bang haji membuka rahasia…

Najwa “ia…ia,…boleh juga tuh bang haji…bagaimana dengan dukungan ntk bang haji?

Rhoma “ para ulama di Indonesia ini sudah sepakat dan sangat apresiatif mendukung saya, terutama ulama dari jawa timuran yang notabene kaum nahdiyin..

Najwa “dukungan dari tingakat internasional, bagaimana bang haji?

Rhoma “ditingkat internasional masih belum melakukan komunikasi politik”

Najwa ” bagaimana bng haji akan jadi RI 1, kalo tingkat internasional masih belum ada yang ngedukung, kira-kira siapa saja tokoh internasional yang bang haji tahu?
Sejenak bang haji terdiam, kayak tidak menemukan jawabang apa yang harus dijawab, dan akhirnya bang haji balek bertanya, “kalo mbak Najwa Tanya siapa ulama yang ada di Indonesia dan diluar negeri, pati mereka akan kenal dengan si Raja dangdut ini,…

Najwa“ demikian karena waktunya sudah habis, salam Indonesia…

Najwa dan Bang Haji pun bergegas meninggalkan tempat masing-masing dengan berbagai uneg-uneg yang masih belum selesai…maklum artis yang ingin jadi politisi, harus berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian…

Akhirnya gembar-gembor mengenai penalonan bang haji hilang bagai ditelan bumi, media tak lagi memberitakan si raja dang dut yang ingin menjadi kepala Negara.

Berselang beberapa hari kemudian, ditengah kerlap-kerlip lampu kota yang berpijar, malam itu di Indonesia Lawyer Club, Dujiwo Tejo yang lagi merana ingin menelan orang, dan Karni Ilyas yang terbata-bata ngoceh dimedia.

Hadir pada kesempatan malam itu :

Karni ilyas sebagai pemandu acara…

SBY sebagai kepala suku nusantara..

Anas sebagai anak haram yang terbuang…

Sujiwo Tejo sebagai dagelan, gangster…dan tukang obok-obok…
Perbincangan pun dimulai dengan tema “ Masa depan bangsa” akan dibawa kemana?

Karni Ilyas “selamat malam Indonesia, selamat malam dan salam sejahtera, pada kesempatan kali ini saya sebagai pemadu ILC, akan mendiskusikan seputar masa depan bangsa, akan dibawa kemana? Baik bapak-bapak, ibu-ibu dan hadirin para undangan yang kami hormati, monggo kita diskusikan bersama bagaimana masa depan negeri yang hijau ini?

Dari beberapa yang hadir, Marzuki angkat bicara “ bangsa ini pertumbuhan ekonomi sudah stabil, tinggal membenahi kekurangan yang ada, pak beye, sudah berupaya maksimal dalam hal membangun  bangsa, tinggal bagaimana selanjutnya, ini tentu bergantung pada yang lebih muda.

Karni Ilyas “ bagaimana menurut pak anas?

Anas “menurut saya masa depan bangsa bergantung pada Seorang pemegang amanat, selain harus menunjukkan konsistensi kinerja, juga butuh konsistensi moral. Hal inilah yang kini sedang dipertaruhkan dalam pesta dan panggung demokrasi..

Sujiwo Tejo “kalo bagi saya bicara soal masa depan bangsa, Mesuram, apa itu mesuram, masa depan suram, tapi tetap optimis, sejarah adalah cermin untuk melakukan tindakan dimasa yang akan dating, ketika hari ini semakin bejat, dan lebih bejat dari era sebelumnya, maka tidak ada jaminan negeri ini akan jauh elebih bejat dari masa yang akan dating…bukan begitu…bayangkan ketika para pejabat sudah banyak uang, bukan lantas untuk menolong yang miskin, tapi dibuat foya-foya dan jajanan malam dengan para janda, dan perempan binal….ini kan astaga, namanya…

Ketika bicara masa depan, maka hari ini apa yang menjadi prioritas dari program pak beye dan sengkuninya, apakah programnya ternak jabatan, ternak kesenangan fana, atau ternak yang lain-lain….

Sby “saya sebagai kepala Negara bertanggung jawab penuh atas situasi dan kondisi bangsa ini, maaf jangan hanya bias mengkritik, tetapi juga harus mampu membangun jiwa nasionalisme kita untuk bersama-sama menjadikan negeri ini lebih makmur dan jaya lagi…

Sujiwo Tejo “ begini bapak kepala Negara, hari ini program untuk rakyat apa yang bersentuhan langsung, hamper bias dikatakan tidak ada…apa dengan akun twitter baru pak beye menmbah kesibukan baru dengan ngetwett…akun-akun sengkuninya..lalu apa??

Kalo negeri ini seperti ini terus, maka saya akan memberikan label pada negeri ini, sebagai negeri jancoker, bukan begitu pak beye..

SBY “ twitter itu kan salah satu media jejaring social yang memiliki banyak manfaat untuk mengkoneksikan satu sama lain, kan ngak ada salahnya kali saya juga nimbrung, meski saya sebagai kepala Negara, ketua partai, dan lain, tentu saya juga pengen melakukan komunikasi lewat twitte …

Karni Ilyas ”oke pak beye, anda benar dengan persepsi anda ebagai seorang kepala Negara, bung Tejo juga benar dalam pandangan bung tejo sendiri…

Sujiwo Tejo “begini bung karni, impian untuk menjadi demokrasi, justru hanya retorika  dan pampang image saja, politik yang katanya santun, justru berbalik arah menjadi kedaulatan nepotisme…apa itu namanya, apa itu yang disebut dengan program, jadi ada dua hal bung karni untuk menjadikan negeri ini terbebas, pertama: hukum mati para korup, kedua: hokum mata juga para birokrasi yang hanya bisa memakai alat kekuasaan untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok…

SBY “ cukup, kritik boleh saja, memang saya akui, bahwa saya memiliki akun twitter, dan itu baru lounching baru-baru ini…saya akui juga kalo saya sudah mereangkap beberapa jabatan, karna situasi dan kondisi yang memaksa begitu kenyataannya.

Hari-hari terus berlalu, perubahan demi perubahan terus berputar laksana semesta yang mengelilingi porosnya, begitu pula dengan perubahan itu sendiri..kepala Negara juga manusia, dia juga pengen Twitter-an meski banyak gangster disekelilingnya…termasuk tuan tejo, yang siap ngoeh kapan saja, kalau pak beye mulai nyeleneh….

(Nb: Cerita ini hanya fiktif belaka, Hasil dari imajinasi yang tertuang dalam catatan harian penulis)

Posting Komentar

0 Komentar