Subscribe Us

header ads

Bagi Politisi: "Tuhan Baru" Adalah Kekuasaan

Seperti terbang keangkasa, ku mencoba menyulam bait-bait kata yang berserakan menjadi keutuhan dalam setiap lambaian sayap-sayap bidadari. aku bermukim dikesunyian, bertasbih dengan alam, menempati jejak-jejak yang buram.

Kini sadarku menuai rindu yang lepas begitu saja, bagai busur yang hilang ditengah hijaunya kemelaratan. dunia seakan begitu kejam, ketika problem yang muncul mengalir dalam ketiadaan dan kesulitan. tangisku tak lagi memancarkan air, sebab pancuran air mata itu telah kau rampas dengan begitu kejam.

Penguasa oh penguasa...bahasa santun yang kau gunakan hanya sebatas lidah saja, yang kau ukir menjadi pahatan yang indah untuk mengkelabui setiap kepala-kepala yang bodoh.

Jiwaku menjerit, jiwa ini menangis tatkala kau rampas masa depan anak-anak bangsa dengan seribu pembenaran yang sesungguhnya bertentangan dengan nurani. suap-menyuap menjadi hal biasa, karena seringnya dibiasakan, kekayaan dan harta benda menjadi berhala yang terus dikejar, bahkan sampai melampaui batas kebutuhan, sementara jiwa, mata, hati, dan batinmu sudah tertutup dengan kesenangan-kesenangan yagn tidak berpihak pada kebaikan.

Dimana kejujuran itu bisa kupandang dengan senyum yang indah, dimana lagi bisa kutemui hidup dalam kesederhanaan dan bersahaja, sebab kebanyakan sudah memberhalakan harta benda dan kekuasaan seperti  opium yang membuat orang kecanduan.

Kini politik bukan sekedar untuk sepiring nasi yang siap dilahap oleh anak-anak jalanan yang kelaparan, sebab kerjaan mereka meminta-minta dengan kreatif, kepedulian mereka hanyalah seujung kuku, tatkala mata jiwa terselimuti kain kafan.

Siapa yang tidak senang dan menyukai akan kekuasaan, hampir setiap orang menyukai yang namanya kekuasaan. karena dengan alat tersebut tujuan hidup dianggap tuntas. inilah sebuah pertautan yang tidak akan pernah selesai, air mata darah tak akan pernah menjadikan mereka orang yang simpatik, sebab nafsu birahi telah menjadi Tuhan baru yang kita ciptakan sendiri.

Posting Komentar

4 Komentar

  1. bener banget tuh gan,, huuhuhuhu kasihan yang menjadi bawahannya gan

    BalasHapus
  2. yaitu...yang jadi bawahan kan hanya sepatu yang siap kapan saja untuk di injak-injak..hahahahaha

    BalasHapus
  3. sepatu juga bisa mahal sampai jutaan..haha sepatunya presiden.

    BalasHapus
  4. lebih mhal budaknya presiden

    BalasHapus